Dewi Astuti, Singel Parent Yang Tak Pernah Menyerah...
Dewi Astuti, KPM PKH Pringsewu Barat
PRINGSEWU - Membesarkan anak sendirian tanpa bantuan pasangan tentunya bukanlah persoalan yang mudah. Hal itu seperti yang dirasakan Dewi Astuti, salah seorang penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) asal , Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.
Namun dengan keterbatasannya, ia tetap bekerja keras demi untuk menghidupi ketiga buah hatinya yang kini sedang bersekolah. Sebab, menurut Dewi, lewat pendidikan yang sedang dijalani anak-anaknya diharapkan mampu meningkatkan harkat dan martabat keluarga, sehingga tak bernasib malang seperti dirinya
"Saya harus kerja keras cari nafkah sendiri, karena samata-mata untuk bisa memenuhi kebutuhan hari sehari-hari dan untuk biaya sekolah anak-anak saya," ungkapnya, Senin (15/10/2018)
Perempuan kelahiran Teluk Betung itu, setiap hari berjualan jajanan kering yang ia titipkan ke sejumlah warung.
"Jajanan kering yang saya jual itu di antaranya, ada renginang, keripik pisang, peyek, dan emping," sebutnya.
Lewat hasil berjualannya, Ia mengaku, setiap hari dapat memperoleh keutungan sebesar 50 ribu rupiah.
"Dari untung tersebut kemudian ya dibagi-bagi. Untuk makan, untuk jajan anak, dan kalau ada sisa ya dicelengin mas," jelasnya.
Meski begitu, lanjutnya, ia merasa sedikit terbantu dengan adanya bantuan PKH dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) yang ia terima setiap tiga bulan sekali.
"Alhamdulillah bantuan PKH bisa sedikit membantu saya, khususnya untuk biaya sekolah anak saya," tutupnya.
Sementara itu, salah seorang anak Dewi, Fajril Anugrah mengaku bangga memiliki seorang ibu yang pekerja keras dan bertanggung jawab.
"Bangga sekali punya ibu yang selalu bekerja keras demi kami," ungkapnya. (fazrinirwan)

Komentar
Posting Komentar