Kekompakan Ini Jangan Cepat Berlalu



FOTO : Keluarga Besar Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pringsewu.


PRINGSEWU - Entah sejak kapan orang-orang mulai mengatakan bahwa kegotong-royongan kita kian lama kian memudar. Mereka lebih suka mementingkan kepentingan individu. Semua kepentingan di harapkan pamrih.

Namun fenomena tersebut kali ini terbantahkan. Pasalnya masih sangat banyak orang kita, orang asli Indonesia yang mengedepankan rasa kegotong-royongan. Dari jumlah yang sangat banyak itu, saya akan ambil contoh keluarga besar Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pringsewu.

Meski bukan hanya keluarga besar PKH saja, yang ikut membantu meringankan beban korban tusnami Lampung Selatan lewat donasi yang dikumpulkan. Namun aspek dalam penggalangan donasi yang dilakukan patut untuk diapresiasi. Sebab, mulai dari durasi waktu hingga pendistribusian bantuan dilakukan dengan baik.

Tidak dipungkiri, untuk mendapatkan nilai yang baik itu perlu tenaga yang extra. Tak jarang keringat bercucuran hingga sebesar biji jagung.
Keluraga besar PKH yang kompak itu, jika dianalogikan mirip kawanan semut. Sebab untuk membuat rumah dan menyimpan makanan, semut musti bergotong-royong.



FOTO : Keluarga Besar Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pringsewu.

Selain semut memang makhluk yang kecil dan mudah diinjak, tapi Tuhan menciptakannya tidak sendiri. Begitu pula kita, walau kita merasa kecil dan mudah diinjak, percayalah bahwa kita tidak sendiri.

Terimakasih banyak untuk semua pihak yang telah berkontirbusi dan bekerja sama dengan baik. Sehingga membuahkan hasil positif diluar ekspektasi.

Emha Ainun Nadjib : "Dakwah yang utama bukan berupa kata-kata. Melainkan dari perilaku. Orang yang berbuat baik sudah berdakwah" 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemkab Gelar Sosialisasi Bansos Pangan Rastra

Hoax dan Ujaran Kebencian Masih Subur di Sosmed